Fajar Digital di Pamulang: Merajut Peradaban dari Menara Masjid

Masjid & Tokoh Agama 13 Jun 2026 13:31 3 min read 202 views By A. Jasmine

Share berita ini

Fajar Digital di Pamulang: Merajut Peradaban dari Menara Masjid
Dari Masjid Lahir Generasi Beriman, Dengan Teknologi Terbangun Peradaban.

Fajar Digital di Pamulang: Saat Sajadah dan Fiber Optik Merajut Peradaban Baru 

 

PAMULANG, 13 JUNI 2026 — Udara subuh di Masjid At-Taubah, Pamulang, masih basah oleh embun ketika ratusan jamaah sudah merapatkan shaf. Namun, suasana sabtu pagi itu bukan sekadar ritual rutin. Di balik gema takbir dan kekhusyukan sujud, ada sebuah cetak biru besar yang sedang ditenun: menyulap menara-menara masjid menjadi pusat ekosistem digital umat. 

 

Ini bukan sekadar safari seremonial. Gerakan Pejuang Subuh (GPS) Tangerang Selatan sengaja mengubah wajah fajar menjadi ruang inkubasi sosial yang hidup. Begitu salam terakhir diucapkan, halaman masjid langsung bertransformasi menjadi pusat hidangan sosial—mulai dari riuh rendah Pasar Bahagia, antrean Cek Kesehatan Gratis (CKG), Program Ganteng ( Cukur Gratis ) hingga sudut terapi Thibbun Nabawi. 

 

Menembus Dinding 735 Masjid dan Mushola 

 

Jika selama ini digitalisasi sering diidentikkan dengan dunia korporat atau kedai kopi modern, Pemkot Tangerang Selatan bersama GPS Tangsel  membalik narasi tersebut. Masjid kini diposisikan sebagai hub utama literasi digital masyarakat. 

 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tangsel, Dr. H. Tb. Asep Nurdin, S.Kom., M.Kom, selaku nara sumber langsung membeberkan lompatan infrastruktur yang hampir tak kasat mata namun berdampak masif.  

 

Lompatan Digital Tangsel: 

    - 735 Masjid & Mushola kini telah terintegrasi dengan jaringan internet gratis. 

    - 5.000 Titik Layanan Internet Gratis telah tergelar di seluruh penjuru kota. 

    - 50% Target Konektivitas antar-masjid se-Tangsel resmi terealisasi, membuka jalan bagi kolaborasi ekonomi dan dakwah lintas wilayah. 

 

"Kebenaran di ruang publik hari ini harus dibangun di atas data dan fakta, bukan persepsi media sosial," tegas Kadis Kominfo, sembari mencontohkan bagaimana validasi data mampu meluruskan misinformasi isu lingkungan di Tangsel beberapa bulan lalu. Melalui program seperti  Tangsel Digital Academy dan Pelatihan Digital Marketing Gratis, anak muda masjid kini dipersenjatai untuk menjadi produsen konten positif, bukan sekadar konsumen algoritma. 

 

Melibatkan Gen Z: Bukan Sekadar Penjaga Sandal

 

Ketua DKM Masjid At-Taubah, H. Sudarso, ST, mengingatkan bahwa infrastruktur secanggih apa pun akan mati suri tanpa denyut nadi generasi muda. "Gerakan ini harus menjadi gerakan umat. Masjid harus hadir sebagai pusat pembinaan, pemberdayaan, dan solusi nyata," ujarnya. 

 

Masjid masa depan tidak boleh kaku. Ia harus bertransformasi menjadi ruang kreatif yang dicintai remaja—sebuah sekolah kehidupan tempat mereka belajar, bertumbuh, dan merancang masa depan dengan laptop di tangan dan Al-Qur'an di dada. 

 

Diplomasi Meja Makan: Konsolidasi di Balik Hangatnya Sarapan

 

Sudut pandang paling menarik justru tersaji pasca-acara formal usai. Sambil lesehan sarapan pagi yang hangat, sebuah diskusi strategis bergulir santai namun bertenaga antara Kadis Kominfo, segenap pengurus DKM At-Taubah, dan  Gus Isqowi selaku Pembina GPS Tangsel. 

 

Di sinilah visi jangka panjang itu mengkristal. Ketiganya sepakat bahwa gerakan ini tidak boleh berjalan sendiri-sendiri secara parsial: 

  - Sinergi Tiga Pilar: Pemerintah menyiapkan jalur digitalnya (infrastruktur), DKM menyediakan wadah fisiknya (masjid), dan GPS menggerakkan mesin manusianya (umat dan pemuda).  

  - Gerakan Kolektif: Mengubah potensi masjid yang selama ini berjalan sendiri-sendiri menjadi satu kekuatan siber-sosial yang solid untuk pemberdayaan ekonomi dan penguatan mental umat.

 

Dari obrolan sambil menikmati sarapan pagi itu sebuah pesan kuat dikirimkan: Peradaban besar tidak selalu dimulai dari gedung pencakar langit. Kadang, ia lahir dari ketukan tiang mikrofondisubuh hari, disambung dengan kabel fiber optik, dan digerakkan oleh jemari anak muda yang rindu akan perubahan.

Tangerang Hari Ini