Safari Dakwah DMI : 200 Jamaah Hadiri Magrib Mengaji DMI Tangsel
Menembus Senja di Pondok Kacang Barat: Semangat "Magrib Mengaji" DMI Tangsel di Masjid Nurul Falah
PONDOK KACANG BARAT - Langit Selasa malam (23/6) seolah merestui langkah para penggerak dakwah di Kota Tangerang Selatan. Bertempat di Masjid Nurul Falah, RW 05, Kelurahan Pondok Kacang Barat, Kecamatan Pondok Aren, gerakan Magrib Mengaji yang diinisiasi oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Tangerang Selatan kembali digelar.
Memasuki putaran minggu ke-28, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah misi besar: mewujudkan Kota Tangsel yang religius dengan target ambisius, yakni menekan angka buta huruf Al-Qur’an hingga 0%.
Sinergi Membumikan Al-Qur’an
Suasana Masjid Nurul Falah malam itu terasa hidup. Hampir 200 jamaah memadati ruangan, terdiri dari 120 bapak, pemuda, dan remaja, serta sekitar 80 ibu-ibu yang antusias menyambut syiar dakwah ini.
Hadir dalam agenda silaturahmi ini jajaran pengurus DMI Kota Tangsel, dipimpin langsung oleh Ketua DMI Tangsel, Ustadz Drs. H. Heli Selamet, M.Si., bersama Bendahara Umum yang juga Kordinator Gerakan DMI Magrib Mengaji, Ir. H. Ali Akbar, M.Si.
Kehadiran para tokoh menambah khidmat suasana, di antaranya:
- Ustadz KH. Haryanto Abas, SQ. selaku pembimbing baca Al-Qur’an.
- Jajaran pengurus DMI Kecamatan Pondok Aren (Ustadz M. Ghofur, S.Ag., Ustadz Parman, S.Ag., dan Ustadz Yusuf FHR).
- Perwakilan DMI Ciputat Timur, Ustadzah Arofah, S.Pd.I dari BKTKI Tangsel, Lurah Pondok Kacang Barat, hingga Anggota DPRD Tangsel dari Fraksi PKB.
Langkah Nyata Menuju Tangsel 0% Buta Huruf
Dalam sambutannya, Ustadz Drs. H. Heli Selamet, M.Si. menegaskan bahwa gerakan ini adalah napas baru bagi kemakmuran masjid. "Kita tidak hanya ingin masjid sekadar berdiri megah, tapi juga menjadi pusat peradaban di mana lantunan ayat suci Al-Qur'an tidak pernah putus sejak waktu Magrib tiba," ujarnya.
Ir. H. Ali Akbar, M.Si., selaku Kordinator Gerakan, menambahkan bahwa antusiasme jamaah di Masjid Nurul Falah menjadi bukti bahwa masyarakat sangat haus akan bimbingan Al-Qur’an yang terstruktur. "Melalui silaturahmi ini, kita satukan tekad. Gerakan Magrib Mengaji adalah jawaban atas kebutuhan umat untuk memperkuat literasi Al-Qur'an, agar di masa depan, tidak ada lagi generasi kita yang buta huruf hijaiyah," tegasnya.
Mengukir Harapan
Kegiatan yang bertepatan dengan 8 Muharram 1448 H ini ditutup dengan sesi bimbingan baca Al-Qur'an oleh KH. Haryanto Abas, SQ. yang diikuti dengan khusyuk oleh seluruh jamaah.
Melihat pemandangan ratusan jamaah yang membaca dan memperbaiki bacaan bersama-sama, tersirat harapan besar bahwa visi Kota Tangsel yang religius bukan sekadar slogan. Malam itu, di Masjid Nurul Falah, cahaya Al-Qur’an benar-benar membumi, meresap ke dalam jiwa setiap warga Pondok Kacang Barat, menjadi fondasi kuat bagi masa depan generasi yang mencintai kitab suci-Nya. ( Aba Fadau )
Related Articles