Menjemput Khidmat Profesor Baru dari Menara Gading hingga Akar Rumput

Agenda & Event 14 Jul 2026 07:53 3 min read 131 views By A. Jasmine

Share berita ini

Menjemput Khidmat Profesor Baru dari Menara Gading hingga Akar Rumput
“Keseimbangan Kiprah Sang Profesor Tafsir: Menjaga Mimbar Akademik dan Memuliakan Masjid Umat.”

Menjemput Khidmat Profesor Baru dari Menara Gading hingga Akar Rumput 

 

JAKARTA,  — Riuh rendah ruang Ballroom Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat, menjadi saksi bisu sebuah peristiwa bersejarah di pertengahan Juli 2026. Di bawah pendar lampu aula yang anggun, jarum jam tepat menunjuk angka 12.00 WIB ketika seratusan akademisi berpakaian sipil lengkap (PSL) rapi berjejer dengan khidmat. Mereka adalah para penjaga gawang intelektualisme Islam Indonesia yang bersiap menerima mandat tertinggi.

 

Senin, 13 Juli 2026, Menteri Agama Republik Indonesia secara resmi menyerahkan Surat Keputusan Menteri Agama (KMA) Penetapan Guru Besar Rumpun Ilmu Agama Periode 3 Tahun 2025. Di antara 119 tokoh terpilih dari seluruh penjuru negeri, terselip satu nama yang kiprahnya telah lama melampaui sekat-sekat ruang kelas: Prof. Dr. KH. Hasani Ahmad Said, M.A.

 

Pria kelahiran Cilegon yang menyelesaikan seluruh perjalanan akademiknya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini kini sah menyandang gelar Profesor. 

 

Menyeimbangkan Kampus dan Umat

 

Kehebatan langkah Prof. Hasani tak sekadar diukur dari tebalnya lembaran jurnal internasional atau jajaran buku karya ilmiahnya yang diakui publik. Kekuatan utamanya justru terletak pada garis ekuilibrium — sebuah keseimbangan yang presisi antara dunia pemikiran akademik dan realitas sosial umat. 

 

Ia memilih tidak mengurung diri di menara gading kampus sebagai Dosen Tetap Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta. Ketika jubah akademisnya dilepas, Prof. Hasani langsung turun ke akar rumput, menakhodai gerbong gerakan umat yang sangat dekat dengan denyut nadi masyarakat : sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Indonesia Kota Tangerang Selatan. 

 

Gerakan pemberdayaan imam masjid ini bukanlah organisasi sembarangan. Di tingkat pusat, tampuk nakhoda diamanahkan langsung kepada Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. Sementara di tingkat Provinsi Banten, kepemimpinannya dipayungi oleh Prof. Dr. KH. Ahmad Tholabi Kharlie, M.A — seorang tokoh yang berbagi tanah kelahiran yang sama dengan Prof. Hasani. 

 

Di balik layar kokohnya organisasi IPIM Tangerang Selatan ini, keserasian kepemimpinan terjalin erat. Prof. Hasani selaku Ketua PD IPIM bahu-membahu menggerakkan organisasi bersama sang sekretaris, Dr. (H.C.) HRT. Isqowi Indaddien Masya, M.M. Duet kepemimpinan ini memastikan bahwa program dakwah dan kesejahteraan para imam di Tangsel berjalan terarah, taktis, sekaligus berwibawa. 

 

Dari Layar Kaca hingga Organisasi Strategis

 

Langkah pengabdian sang Profesor terus melebar ke panggung regional dan nasional. Intelektualitasnya mewarnai institusi-institusi keagamaan strategis tanah air. Dirinya tercatat aktif memberikan arah pemikiran di beberapa organisasi keagamaan dari tingkat lokal hingga nasional . 

 

Bagi masyarakat awam, wajah hangatnya tidaklah asing. Tutur bahasanya yang runtut, berbasis kedalaman ilmu Tafsir, Hadis, dan Tasawuf, kerap menghiasi layar kaca pemirsa nasional melalui program religi utama di berbagai stasiun televisi swasta maupun nasional.

 

Kini, dengan diserahkannya KMA Guru Besar tersebut, tanggung jawab baru telah diletakkan di pundak Prof. Dr. KH. Hasani Ahmad Said, M.A. Gelar profesor bukanlah titik henti, melainkan sebuah bahan bakar baru untuk terus menyuarakan dakwah yang damai, maslahat, dan membumi. Sebuah kado terindah bagi dunia pendidikan Islam dan seluruh jajaran imam masjid di Indonesia. ( A. Jasmine )

Tangerang Hari Ini