Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah, FDIKOM UIN Jakarta Sukses Gelar Seminar Nasional Ziswaf
Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah, FDIKOM UIN Jakarta Sukses Gelar Seminar Nasional Ziswaf
JAKARTA – Laboratorium Amil Zakat Infak Sedekah Program Studi Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, sukses menggelar Seminar Nasional Literasi Ziswaf pada Senin, 15 Juni 2026. Bekerja sama dengan Inisiatif Wakaf, acara yang bertempat di Ruang Teater Lantai 2 (Auditorium Fakultas) ini mengusung tema besar: “Sinergi Dakwah, Wakaf, dan Industri Keuangan Syariah dalam Meningkatkan Literasi serta Pengembangan Ekonomi Umat.”
Acara yang terbuka untuk umum ini dihadiri oleh ratusan peserta yang memadati ruangan sejak pukul 08.00 WIB dan menghadirkan jajaran pakar lintas sektor, mulai dari akademisi, praktisi wakaf, hingga ahli pasar modal syariah.
Sinergi Multisektor untuk Ekonomi Umat Gelar wicara ini dibuka dengan Opening Speech oleh Dr. Amirudin, M.Si. selaku Kaprodi Manajemen Dakwah UIN Jakarta, dan dilanjutkan dengan Keynote Speech yang mencerahkan dari Dekan FDIKOM UIN Jakarta, Prof. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si.
Dipandu oleh Nyi Ayu Khoffifah, S.Ag sebagai moderator, diskusi panel berlangsung dinamis dengan menghadirkan tiga narasumber utama yang mengupas tuntas instrumen ekonomi syariah dari berbagai sudut pandang:
- - Deddy Fenalosa (Direktur Utama Inisiatif Wakaf) memaparkan potensi masif manajemen wakaf produktif modern.
- - Hasbie Sukaton (Head of Mutual Fund Strategy & Partnerships Trimegah Sekuritas) mengulas integrasi keuangan syariah dan instrumen investasi modern seperti reksa dana syariah.
- - Dr. H. Muhammad Zen, M.A. (Pakar Ekonomi Islam & Dai Internasional) memberikan pendalaman dari sisi hukum Islam dan implementasi dakwah ekonomi di masyarakat.
Ketika di buka sesi tanya jawab , salah seorang peserta bernama ustadz Ridwan yang merupakan wakil ketua LD - PCNU Kota Tangerang selatan maju ke depan dan mengajukan pertanyaan ,
" Sejauh mana efektivitas lembaga keuangan syariah yang ada saat ini mampu menjawab keluhan nyata masyarakat di akar rumput terkait himpitan ekonomi? Apakah Badan Wakaf bisa menjadi pintu masuk atau solusi yang lebih efektif sekaligus menyentuh mereka secara langsung mengingat selama ini banyak bantuan yang tidak tepat sasaran ?" tanya Ustaz muda yanh sedang menyelesaikan S - 3 di Iran tersebut.
Menanggapi pertanyaan tersebut, para panelis sepakat bahwa sinkronisasi antara lembaga amil, badan wakaf, dan industri keuangan memang harus diperkuat agar penyaluran modal usaha dan bantuan ekonomi tidak tumpang tindih serta tepat sasaran. Wakaf produktif dinilai bisa menjadi jawaban jangka panjang karena sifat pokok dananya yang abadi dan terus bergulir untuk kemaslahatan umat.
Apresiasi dari Narasumber
Ditemui langsung seusai acara, Pakar Ekonomi Islam Dr. H. Muhammad Zen, M.A., menyampaikan rasa puas dan apresiasi yang luar biasa terhadap penyelenggaraan seminar ini.
"Saya sangat puas dan bersyukur melihat jalannya acara hari ini. Antusiasme para peserta — khususnya mahasiswa dan masyarakat umum — sangat luar biasa. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul, seperti keluhan akar rumput yang disampaikan Ustaz Ridwan tadi, membuktikan bahwa masyarakat kita sangat kritis dan menaruh harapan besar pada instrumen ekonomi syariah seperti Ziswaf," ujar Dr. Muhammad Zen dengan raut wajah bangga.
Seminar ini diakhiri dengan pembagian materi, sesi foto bersama, serta pembagian snack bagi 100 pendaftar pertama yang telah memadati ruangan sejak pagi. Melalui acara ini, FDIKOM UIN Jakarta dan Inisiatif Wakaf berharap literasi Ziswaf tidak sekadar menjadi teori akademik, melainkan pendorong utama kemandirian ekonomi.
- Gus Isqowi
( Founder RUMAH DAI - Pengasuh Majlis PULANG - Maestro Doa Muhasabah )
Related Articles