Kenduren Kader Penggerak NU Tangsel Jadi Momentum Mempererat Ukhuwah Lintas Angkatan

Agenda & Event 05 Jul 2026 09:03 3 min read 185 views By Gus Isqowi

Share berita ini

Kenduren Kader Penggerak NU Tangsel Jadi Momentum Mempererat Ukhuwah Lintas Angkatan
Merajut Ukhuwah, Meneguhkan Khidmah, Menguatkan Loyalitas Kader Nahdlatul Ulama.

PCNU Tangerang Selatan Gelar Kenduren Kader Penggerak NU Lintas Angkatan, Merawat Ukhuwah, Meneguhkan Khidmah

 

Tangerang Selatan, 5 Juli 2026 – Pagi yang penuh keberkahan menyelimuti Pusdiklat Kementerian Agama RI Ciputat. Di tempat inilah keluarga besar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan menggelar Kenduren Kader Penggerak NU Tangsel Lintas Angkatan I–XIII, Ahad (5/7/2026). Sebuah perjumpaan yang bukan sekadar temu kangen, melainkan ikhtiar merajut kembali simpul-simpul persaudaraan, memperkokoh loyalitas kader, serta meneguhkan semangat khidmah kepada agama, bangsa, dan Nahdlatul Ulama. 

 

Mengusung tema "Merawat Jagat, Membangun Peradaban", kegiatan ini menghadirkan kader Penggerak NU dari berbagai angkatan dalam suasana hangat, sederhana, namun sarat makna. Rangkaian acara diisi dengan silaturahmi lintas generasi, temu bersama instruktur nasional, dialog santai penuh gagasan, hingga prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang kaderisasi Nahdlatul Ulama di Kota Tangerang Selatan. 

 

Di balik kebersamaan yang terjalin, tersimpan harapan besar agar estafet perjuangan para kader tidak pernah terputus. Sebab kaderisasi bukan hanya melahirkan pemimpin organisasi, tetapi juga melahirkan pribadi-pribadi yang siap mengabdi di tengah umat dengan ilmu, akhlak, dan keteladanan. 

 

KH Kamil Falahi, MA salah satu tokoh NU , mengajak seluruh kader Penggerak Nahdlatul Ulama dari angkatan pertama hingga angkatan ketiga belas untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum mempererat ukhuwah sekaligus memperlihatkan loyalitas terhadap organisasi yang telah menempa perjalanan pengabdian mereka. 

 

"Kami mengundang dan mengajak seluruh kader Penggerak NU lintas angkatan untuk hadir dan meramaikan Kenduren Kader Penggerak NU Tangsel ini. Kehadiran setiap kader bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi menjadi wujud cinta, loyalitas, dan tanggung jawab moral kepada Nahdlatul Ulama. Mari kita rawat persaudaraan ini, kita kuatkan kebersamaan, dan kita lanjutkan perjuangan para muassis dengan semangat khidmah yang tulus demi kemaslahatan umat," ujar KH Kamil Falahi, MA.

 

Menurutnya, semakin kuat jalinan silaturahmi antar kader, semakin besar pula energi yang akan lahir untuk menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat. Perbedaan usia, profesi, maupun angkatan bukanlah sekat, melainkan kekayaan pengalaman yang saling melengkapi dalam mengabdi kepada umat.

 

Kenduren sendiri memiliki makna yang sangat mendalam dalam tradisi Nahdlatul Ulama. Ia bukan hanya perjamuan makan bersama, tetapi menjadi simbol syukur, kebersamaan, doa, serta ikatan batin yang mempertemukan hati-hati yang dipersatukan oleh nilai perjuangan. Dalam suasana sederhana itulah lahir kehangatan, saling mendoakan, saling menguatkan, dan saling mengingatkan untuk terus berjalan di jalan khidmah.

 

Melalui kegiatan ini, PCNU Kota Tangerang Selatan berharap semangat kaderisasi akan terus tumbuh dan mengakar kuat. Para kader diharapkan mampu menjadi pelopor persatuan, penjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta penggerak perubahan positif di tengah masyarakat yang semakin dinamis.

 

Sebab sesungguhnya, organisasi yang besar bukan hanya diukur dari banyaknya anggota, tetapi dari kokohnya persaudaraan yang terjalin di antara para kadernya. Ketika hati-hati dipersatukan oleh niat yang tulus untuk berkhidmah, maka di sanalah Nahdlatul Ulama akan terus hadir sebagai rahmat bagi semesta. 

 

"Merawat jagat dimulai dengan merawat persaudaraan. Membangun peradaban dimulai dengan membangun manusia-manusia yang setia berkhidmah." Itulah semangat yang hendak dihidupkan kembali dalam Kenduren Kader Penggerak NU Tangerang Selatan tahun 2026.

 

Tentang Penulis

Gus Isqowi adalah Maestro Muhasabah, Founder Rumah Dai dan Pengasuh Majlis Pulang, penggagas Metode Pulang Berbasis Gravitasi Spiritual, serta arsitek gerakan dakwah dan pemberdayaan ustadz.

Tangerang Hari Ini