"Dari Mihrab Kampung Menuju Mimbar Peradaban Dunia."

Agenda & Event 03 Jul 2026 20:44 4 min read 187 views By Ayah Mayang

Share berita ini

"Dari Mihrab Kampung Menuju Mimbar Peradaban Dunia."
Menatap Wajah Baru Imam Masjid: Dari Mihrab Sederhana Menuju Pusat Peradaban Dunia

Menatap Wajah Baru Imam Masjid: Dari Mihrab Sederhana Menuju Pusat Peradaban Dunia

 

Ada masa di mana ingatan kita kolektif merekam sosok imam masjid dengan potret yang teramat bersahaja. Berbekal ilmu apa adanya, mereka menjaga surau-surau di ujung kampung dengan keikhlasan yang sunyi. Namun hari ini, sejarah sedang melipat lembaran lama itu. Di bawah langit Tangerang Selatan, sebuah fajar baru bagi para penjaga mihrab resmi menyingsing. Imam masjid bukan lagi sekadar pemandu saf salat, melainkan sebuah profesi dan jalan pengabdian strategis yang kian diperhitungkan, terutama di denyut nadi kota-kota besar.

 

Jumat, 3 Juli 2026, kemegahan Masjid Raya Baitul Mukhtar, Tangerang Selatan, menjadi saksi bisu sebuah lompatan peradaban. Riuh rendah  istighosah mengiringi bertemunya para penjaga umat dalam gelaran akbar Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 sekaligus Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Imam Masjid Provinsi Banten 2026. Acara yang diinisiasi oleh Pimpinan Pusat Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (PP IPIM) ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah proklamasi bahwa imam-imam Indonesia siap berbicara di panggung dunia. 

 

Simfoni Intelektual di Lembar SK Pengukuhan

 

Layar-layar gawai di berbagai grup WhatsApp hari ini dipenuhi oleh selembar flyer digital dan Surat Keputusan (SK) pengukuhan yang memantik rasa takjub. Di sana, wajah-wajah teduh para tokoh bangsa terpampang. Ada Ketua Umum PP IPIM, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA; Ketua PW IPIM Provinsi Banten, Prof. Dr. KH. Tholabi Kharlie, MA; Ketua PD IPIM Tangsel, Prof. Dr. KH. Hasani Said, MA; hingga Sekretaris PD IPIM Tangsel, Dr. (HC) HRT. Isqowi Indaddien Masya, MM. 

 

Melihat susunan kepengurusan Pengurus Daerah (PD) IPIM Tangerang Selatan yang baru saja dilantik hari ini, ada getaran bangga yang buncah. Deretan gelar akademik mentereng — mulai dari Guru Besar, Doktor, Magister, hingga para pakar — kini berjejer rapi di barisan pengurus imam masjid. Ini adalah bukti sahih bahwa menara keilmuan tertinggi telah turun ke bumi, menyatu dengan karpet-karpet masjid, siap melayani umat dengan pendekatan yang modern dan ilmiah.

 

" Imam masjid adalah sosok yang paling sering berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka memiliki peran yang teramat strategis dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang sejuk dan mencerahkan," tutur Prof. Nasaruddin Umar dalam sambutannya yang menggetarkan sanubari. 

 

 

 

 

Dukungan Umara dan Optimisme Masa Depan

 

Gayung bersambut, ikhtiar suci para ulama ini mendapat pelukan hangat dari pihak umara (pemerintah). Penjabat Gubernur Banten, Andra Soni, yang hadir memberikan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Banten, menaruh harapan yang sangat besar pada momentum pelantikan ini. 

 

" Pemerintah Provinsi Banten mendukung penuh untuk menjadikan masjid-masjid kita sebagai pusat kegiatan masyarakat, pusat informasi, dan pusat peradaban. Semoga ini sama-sama bisa kita jaga," ungkap Andra Soni penuh ketulusan. 

 

Energi positif ini ditangkap dengan sangat optimis oleh Prof. Dr. KH. Hasani Said, MA. Sebagai nakhoda baru PD IPIM Tangsel, ia melihat komposisi pengurus yang diisi oleh para intelektual ini sebagai modal utama untuk membawa kemaslahatan nyata bagi masyarakat luas. 

 

"Insya Allah, dalam waktu dekat kami akan segera menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk merumuskan program-program kerja konkrit. Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya dinantikan, tetapi memang benar-benar dibutuhkan oleh ummat," tegas Prof. Hasani dengan mata berbinar penuh keyakinan. 

 

Menuju Raker: Merajut Asa Umat

 

Di balik meja kesekretariatan, langkah taktis kini tengah dipersiapkan. Sinergi antara kedalaman ilmu agama dan ketajaman manajemen modern yang dibawa oleh jajaran pengurus — termasuk sentuhan manajerial dari sang sekretaris, Raden Tumenggung Isqowi — menjadi jaminan bahwa IPIM Tangsel akan bergerak lincah. Raker yang akan datang akan menjadi laboratorium visual tempat ide-ide besar dieksekusi menjadi program nyata : mulai dari pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, literasi digital bagi remaja masjid, hingga standardisasi kesejahteraan imam. 

 

Hari ini, dari Masjid Raya Baitul Mukhtar, kita tidak hanya melihat pelantikan sebuah organisasi. Kita sedang melihat sebuah gerakan. Gerakan yang mengembalikan fungsi masjid seperti zaman keemasan Islam: tempat di mana spiritualitas melangit, dan intelektualitas membumi demi kesejahteraan semesta.

 

Selamat mengemban amanah, para guru bangsa, para penjaga mihrab umat. Di tangan kalian, masa depan peradaban Islam Nusantara kini dititipkan. 

Tangerang Hari Ini