250 Guru TPQ Tangsel Terima BPJS Ketenagakerjaan dan Pembinaan Mengajar Al-Qur'an
Menjaga Cahaya Al-Qur'an: 250 Guru TPQ Tangsel Terima BPJS Ketenagakerjaan dan Pembinaan Metode Mengajar
TANGERANG SELATAN – Suasana Ruang Blandongan, Gedung Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Kamis (18/6/2026), terasa hangat dan penuh semangat pengabdian. Sebanyak 250 guru Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dari berbagai wilayah Kota Tangerang Selatan berkumpul dalam kegiatan penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan sekaligus pembinaan metode mengajar Al-Qur'an yang efektif yang diselenggarakan oleh Ikatan Pendidik Al-Qur'an (IPQ) Kota Tangerang Selatan.
Kegiatan yang dihadiri oleh unsur BPJS Ketenagakerjaan, BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, serta para tokoh dan pembina IPQ ini menjadi momentum penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sekaligus kapasitas para pendidik Al-Qur'an.
Ketua IPQ Kota Tangerang Selatan, Ustadz Amin Chumaidi, menyampaikan bahwa perhatian terhadap guru-guru TPQ merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam memuliakan para pejuang Al-Qur'an yang selama ini mengabdikan diri mendidik generasi umat.
"Anggota IPQ Kota Tangerang Selatan saat ini berjumlah lebih dari seribu ustadz dan ustadzah yang tersebar di berbagai lembaga TKQ dan TPQ. Pada kesempatan ini, sebanyak 250 guru mendapatkan program BPJS Ketenagakerjaan melalui dukungan BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Kami berharap ke depan semakin banyak guru Al-Qur'an yang dapat merasakan manfaat program ini," tuturnya.
Selain penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan, para peserta juga mendapatkan pembinaan mengenai metode mengajar Al-Qur'an yang efektif dari LPTQ Kota Tangerang Selatan. Materi yang disampaikan oleh Ustadzah Atikah yang memberikan wawasan baru tentang bagaimana menghadirkan pembelajaran Al-Qur'an yang lebih menarik, komunikatif, dan menyenangkan bagi anak-anak di era modern.
Di sela-sela kegiatan, Dewan Pembina IPQ Kota Tangerang Selatan, Ust. H. Ali Akbar, M.Si., M.M., menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat terus terlibat dalam perjuangan memajukan pendidikan Al-Qur'an di Kota Tangerang Selatan.
Sambil menyeruput secangkir kopi hangat dan berbincang santai dengan penulis, beliau mengungkapkan bahwa membangun generasi Qur'ani bukan sekadar program organisasi, melainkan panggilan jiwa yang harus terus diperjuangkan.
"Saya merasa bahagia bisa ikut terlibat dalam dunia pengembangan Al-Qur'an. Guru-guru TPQ adalah penjaga cahaya peradaban. Dari tangan mereka lahir anak-anak yang mengenal huruf-huruf Al-Qur'an, mencintai masjid, dan tumbuh dengan akhlak yang baik. Karena itu, mereka perlu mendapatkan perhatian, penghargaan, dan dukungan dari semua pihak," ungkapnya penuh haru.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan sebuah kota tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi juga dari kuatnya pondasi moral dan spiritual masyarakatnya. Di sinilah peran para guru Al-Qur'an menjadi sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak usia dini.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara IPQ, BAZNAS, BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Agama, dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan dapat menghadirkan manfaat nyata bagi para pendidik Al-Qur'an.
Di balik kartu BPJS yang dibagikan dan materi pembinaan yang diberikan, tersimpan harapan besar agar para guru TPQ semakin terlindungi, semakin berdaya, dan semakin semangat dalam mengabdikan diri membimbing generasi penerus bangsa.
Sebab sesungguhnya, ketika para guru Al-Qur'an dimuliakan, maka cahaya Al-Qur'an akan semakin terang menerangi Kota Tangerang Selatan dan generasi masa depannya.
Penulis adalah Gus Isqowi , Maestro Muhasabah, Founder Rumah Dai dan Pengasuh Majlis Pulang, penggagas Metode Pulang Berbasis Gravitasi Spiritual, serta arsitek gerakan dakwah dan pemberdayaan ustadz.
Related Articles